Disinggung Tidak Mampu Tekan Kemiskinan di Jateng, Ganjar Balas Singgung Jokowi. Jleb Banget!

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Disinggung Tidak Mampu Tekan Kemiskinan di Jateng, Ganjar Balas Singgung Jokowi. Jleb Banget!

Thursday, November 23, 2023

Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menjawab pernyataan panelis soal angka kemiskinan dalam Dialog Terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangerang, Banten, Kamis (23/11/2023).

Ganjar Pranowo menyebut bahwa presiden yang memiliki kekuatan lebih besar untuk menekan angka kemiskinan.

Mulanya, panelis bertanya terkait angka kemiskinan yang akan ditekan oleh pasangan Ganjar-Mahfud yakni sekitar 2,9 persen dan angka kemiskinan ekstream 0 persen.

Panelis menilai, angka tersebut sangat ambisius lantaran pada saat Ganjar menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah (Jateng) dua periode, dianggap belum mampu menekan angka kemiskinan.

Ganjar pun menjawab bahwa permasalahan angka kemiskinan berdasarkan pada pentingnya satu data.

"Kemiskinan ekstrem masuk desil 1. Pak, kalau desil 1 kita mau berantas, caranya yang tadi saya sampaikan, datanya harus pasti, orangnya pasti, dan ini diambil oleh negara. Mau pakai BLT boleh, mau jaminan sesuatu boleh, maka kalau data satu Indonesianya tepat, maka sinkronisasi akan terjadi," kata Ganjar.

Lebih lanjut, Ganjar mengungkapkan, dirinya sempat meminta kepada pemerintah pusat untuk diberikan data kemiskinan. Namun, pemerintah pusat tidak memberikan izin, sehingga yang terjadi pembagian bantuan tidak merata.

Dan angka kemiskinan tidak dapat ditekan karena data yang digunakan tidak diperbaiki.

"Maka pada saat itu saya sampaikan kepada pusat, pada rapat dengan Wapres, semuanya, 'Pak, kalau datanya begini, enggak beres Pak. Boleh enggak data saya ambil alih'. 'Oh tidak bisa'," kata Ganjar.

"Maka permintaan perbaikan data angka kemiskinan dikoreksi, Pak. Diminta kades memperbaiki, diberikan pada kabupaten, kami verfak (verifikasi faktual), dan diberikan kepada pusat. Apa yang akan terjadi Pak? bantuan berikutnya kembali kepada data awal. Maka satu data, Pak," jelas Ganjar.

Bangun SMK untuk Orang Miskin

Oleh karena itu, salah satu langkah yang diambil, Ganjar membangun sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Tengah untuk menekan angka kemiskinan.

"Apa tidak hanya bantuan yang sifatnya charity, maka sekolah, kami bangun sekolah namanya SMK Jateng, Pak. Hanya untuk orang miskin. Tiga tahun kami investasi untuk mereka, tahun keempat sudah panen, dan mereka menjadi tulang punggung keluarga. Pendidikan dengan angka juga boleh disampaikan, yang terjadi itu," ungkap Ganjar.

Capres yang diusung PDIP itu pun menegaskan bahwa presiden lah yang memiliki kekuatan besar untuk menekan angka kemiskinan.

Ganjar menantang untuk membuka data soal angka kemiskinan. Dia menilai acara dialog publik akan menjadi lebih menarik.

"Pak, kalau datanya diberikan kepada kita, itu kita eksekusi semua Pak. Presiden punya kekuatan yang jauh lebih besar untuk meng-organize ini Pak, jauh lebih besar. Ada satu provinsi tetangga saya waktu dibandingkan, loh ini kok malah nambah, duitnya lebih banyak, penduduknya lebih dikit, malah nambah, Pak," ucap Ganjar sambil tersenyum.

"Kalau berkenan nanti data detailnya saya kasih, Pak. Kalau berkenaan ini menjadi publik talkshow yang menarik," imbuh Ganjar.

Berantas Korupsi, Kolusi, Nepotisme Kunci Bangun Indonesia Unggul


Ganjar Pranowo menyampaikan sejumlah visi misi dalam rangka berikhtiar membangun Indonesia unggul, mulai dari pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, hingga sektor ekonomi.

Menurut Ganjar, keseluruhannya dapat semakin maju dengan semangat memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme alias KKN.

"Maka bapak ibu, tugas kita adalah fastabiqul khairot untuk kita bisa berlomba-lomba, maka istilah kami gaspol. Gaspol itu kita dorong, kita punya anggaran yang berlipat ganda, maka tidak boleh ada korupsi. Pajaknya dipermudah. Kita mesti gas, sikat KKN, karena ini yang menjadi penyakit di republik ini," ujar Ganjar Pranowo.

Ganjar melanjutkan, istilah pol dimaksudkan untuk memoles birokrasi yang melayani, yang analitis, dan bukan sekadar administratif.

"Dan itu butuh regulasi. Kalau regulasi sudah baik, sistem kelembagaan. Kalau sistem kelembagaan sudah baik, maka kita butuh aktor baik," ucap dia.

Atas dasar itu, Ganjar mengajak seluruh jajaran Muhammadiyah untuk turut terlibat dalam visi misi memajukan bangsa yang dibawa oleh paslon Ganjar-Mahfud.

"Mudah-mudahan aktor-aktor baik itu ada di sini. Biarlah nanti bisa bergabung dengan kami," Ganjar menandaskan.

Pentingnya Sektor Pendidikan dan Kesehatan


Ganjar Pranowo sebelumnya menyoroti pentingnya sektor pendidikan dan kesehatan dalam memajukan bangsa Indonesia.

Baginya, siapa pun yang berhasil memenangkan kontestasi pilpres 2024 mesti mengutamakan kedua hal tersebut.

"Satu pendidikan, dan dua kesehatan. Dua hal yang hari ini begitu penting untuk bangsa ini bisa melakukan lambungan yang tinggi," ujar Ganjar Pranowo dalam acara Dialog Terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangerang, Banten, Kamis (23/11/2023).

Menurut Ganjar, salah satu upaya penanggulangan kemiskinan terhadap warga negara yang memang tidak memiliki keluarga dan bahkan menjadi penyandang disabilitas, adalah dengan kewajiban negara memelihara lewat bantuan sosial.

Namun, kata dia, jika ada salah satu anggota keluarganya yang berpotensi, maka didahulukan lewat solusi pendidikan.

"Jika ada satu anggota keluarganya untuk bisa berkembang, maka pendidikan itu. Kemarin di ulang tahun Mata Najwa saya ditanya orang kenapa Ganjar kasih topi merah putih bergambar logo pendidikan kita. Saya bilang siapa pun yang menang harus ingat pendidikan," terang Ganjar.

Adapun Muhammadiyah, lanjut dia, merupakan organisasi masyarakat yang melakukan tradisi pendidikan sejak lama. Ormas tersebut memiliki ribuan sekolah dan ratusan rumah sakit, yang bahkan bersinggungan dengan toleransi.

Sekolah Muhammadiyah itu menyediakan pengajar ahli agama lain dan menjadikan agama mayoritas warga setempat menjadi pelajaran wajib.

"Saya kasih contoh satu ada SMK Muhammadiyah di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, yang juga ternyata mayoritas siswa beragama Kristen," Ganjar Pranowo menandaskan.(liputan6.com)