Kenneth DPRD DKI: Pemprov Harus Waspadai Penularan Virus Mpox di DKI

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Kenneth DPRD DKI: Pemprov Harus Waspadai Penularan Virus Mpox di DKI

Sunday, October 22, 2023

 


Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah pencegahan penularan virus Mpox. Hal ini untuk mengantisipasi bertambahnya kasus cacar monyet di Jakarta.

Diketahui sebelumnya Kementerian Kesehatan mengonfirmasi temuan dua kasus cacar monyet atau Mpox di RI. Satu kasus terakhir dilaporkan pada 14 Oktober 2023, pasien merupakan warga DKI Jakarta yang berusia 30 tahun. Saat ini pasien tersebut masih menjalani perawatan di ruang isolasi di salah satu rumah sakit di Jakarta, sejak kasusnya ditemukan pada Sabtu 14 Oktober 2023.

Sementara itu, Pemprov DKI melaporkan telah menemukan 3 kasus positif Mpox. Selain itu, juga terdapat 7 suspek Mpox, yang terdiri dari 5 orang dewasa dan 2 anak-anak.


"Dinkes DKI harus mewaspadai meningkatnya kasus cacar monyet atau Mpox di Jakarta. Karena penularannya melalui droplet pernafasan, walaupun cacar monyet tidak bertransmisi melalui udara dalam waktu singkat, penyakit ini bisa menyebar dari kontak langsung dengan penderita. Jadi perlu diwaspadai secara serius karena ada warga DKI yang sudah terjangkit, kita tidak ingin virus ini kembali mewabah seperti pandemi COVID-19 lalu," kata Kenneth dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/10/2023).


Berdasarkan data dari Kemenkes RI, secara umum jumlah kasus terkonfirmasi cacar monyet di seluruh dunia mencapai 90.618 kasus dengan angka kematian mencapai 517 kasus dari 115 negara. Amerika Serikat menjadi negara yang paling banyak melaporkan temuan kasus, sedangkan di Asia temuan kasus paling banyak didominasi China, Thailand, dan Jepang.


Diketahui cacar monyet bisa menular dari hewan ke manusia. Proses tersebut terjadi di saat menangkap, memproses, dan mengonsumsi daging satwa liar. Atau bisa juga melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi dari hewan terinfeksi seperti mamalia kecil, termasuk rodensia (tikus, tupai) dan primata non-manusia (monyet, kera).


Menurut pria yang akrab disapa Bang Kent itu ancaman virus mpox perlu diantisipasi. Apalagi sebentar lagi RI akan mengadakan Pemilu 2024, yang membuat banyak orang bertemu sehingga berpotensi meningkatkan penularan.


"Indonesia akan menggelar pesta demokrasi atau Pemilu 2024 dan sudah mulai ramai saat ini, hal ini harus menjadi perhatian khusus agar diwaspadai pertemuan antar manusia dari berbagai wilayah, meskipun kita tidak tahu apakah mereka terjangkit cacar monyet atau tidak. Cacar monyet ini telah menunjukkan situasi darurat kesehatan publik yang harus menjadi perhatian bagi Dinkes DKI untuk segera melakukan penelusuran kontak pasien jika ada yang terjangkit," tutur Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta.


Kendati demikian, Kent mengimbau warga DKI agar jangan panik, namun tetap waspada dengan menjaga kebersihan diri. Dia mengingatkan selalu memakai masker jika merasa badan tidak sehat, serta rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun untuk mencegah tertular.


"Imbauan dari Kemenkes RI, untuk hindari kontak fisik dengan orang yang sedang sakit demam, bergejala kemerahan, jerawat, luka, lenting isi air di kulitnya. Lalu berhubungan seksual yang aman, bersih, sehat dengan menggunakan kondom. Jangan berhubungan seksual jika pasangan sakit apalagi ada luka pada area kemaluan atau sedang mengalami infeksi menular seksual lainnya," beber Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI ini.


Kent juga meminta masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala cacar monyet, seperti sakit kepala, demam, nyeri otot, sakit punggung, dan tubuh lemah. Hal itu untuk mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.


"Kita tetap perlu waspada, berhati-hati, dan menjaga kebersihan. Jika mendapati gejala dan tanda seperti cacar monyet diharapkan untuk dapat segera melapor ke fasilitas pelayanan Kesehatan agar dapat segera tertangani," tuturnya.


Baca artikel detiknews, "Kenneth DPRD DKI: Pemprov Harus Waspadai Penularan Virus Mpox di DKI" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-6994751/kenneth-dprd-dki-pemprov-harus-waspadai-penularan-virus-mpox-di-dki.